Skip to content

Word Artist; antara wine, teh dan kopi…

Word Artist, sebuah istilah yang sengaja saya munculkan untuk menyebutkan pekerjaan saya sekarang. Seniman kata, begitu kalau mau dicari arti gampangnya dalam Bahasa Indonesia. Seorang yang senang memainkan huruf, merangkainya menjadi kata, mengikat satu, dua kata atau lebih menjelma menjadi sebuah kalimat yang memikat.

Daya pikat kata dan kalimat akan lebih hebat dan bermanfaat jika dia bisa berakibat. Akibat baik tentunya. Membuat orang senang, membuat orang optimis, sepakat dan setuju dengan ajakan dan anjuran penulisnya.

Bukan hanya arti, setiap kata mempunyai kelamin, setiap kalimat memiliki karakter dan aroma yang khas, jangan pernah sepelekan kata, selalu cermat dalam membuat kalimat.

Pekerjaan yang sampai hari ini datang semakin unik dan beragam jenisnya, selain masih menjadi (a) konsultan pada sebuah Transformation Bureau, (b) meningkatkan image personal branding seorang motivator muda, (c) menulis artikel/konten website hingga (d) keluar masuk ke danau, sungai dan hutan untuk melihat serta menceritakan peran sebuah lembaga internasional yang sangat peduli pada satwa dan lingkungan, (e) membantu sebuah bank swasta terbesar di Indonesia untuk menceritakan layanan transfer antar negara yang dimilikinya, (f) membuat tagline untuk sebuah produk biskuit yang memang enak, menjadi (g) konsultan kreatif untuk sebuah kampanye penjualan properti dengan mengusung konsep “Price Amnesty”, membuat (h) lirik lagu untuk mengingatkan masyarakat akan perlunya persatuan dan kekompakan di negeri ini, (i) menulis dan membacakan naskah pidato 17 Agustus untuk dijadikan “amanat” inspektur upacara dalam sebuah Upacara digital 17 Agustusan.

Pekerjaan yang juga seru adalah saat (j) bergabung dengan Rio Dewanto, Handoko Hendroyono dan teman-teman dalam pembuatan TV Program Viva Barista, sebagai content writer bertanggung jawab untuk menyiapkan draft, menyusun pertanyaan, mengikuti proses shooting hingga editing dan layak siar.

Apalagi…?

Selain itu, dengan riang ria saya menjalankan (k) self project dengan Indah Esjepe dalam menggarap kampanye #OptimisasiUmum; sebuah virus optimis yang ingin kami tularkan kepada masyarakat. Melontarkan #esjepequote juga menjadi aktivitas dalam merangkai kata yang (semoga saja) bisa memberi motivasi pembacanya untuk optimis, gembira, merenung…

Kini #esjepequote juga (l) mulai diproduksi sebagai merchandise berupa kaos, tas, sticker, dan sebagainya. Beberapa diproduksi sendiri, beberapa merupakan collaboration project bersama antara lain: Filosofi Kopi dan RacunCinta

Hanya itu?

Project lain yang kecil namun lumayan seru adalah saat seorang teman mengirim sms SOS, minta bantuan (m) untuk dibuatkan surat cinta. Sambil senyum-senyum saya membuatkannya. Eh…cintanya  diterima!

Apakah saya menerima semua pekerjaan?

Saya menerima semua tawaran pekerjaan yang saya anggap cocok dan baik, beberapa minggu lalu saya terpaksa menolak  sebuah tawaran pekerjaan untuk memenangkan sebuah pasangan kontestan yang sedang berkampanye untuk menjadi gubernur sebuah provinsi. Ada sesuatu yang tidak sesuai dengan kata hati saya.

Itulah kerjanya, si gembala kata…

Untuk mendiskusikan pekerjaan atau merancang campaign sebuah gerakan, ayo kita duduk santai, ngobrol sambil menikmati wine, teh atau kopi…

silakan email ke esjepe.inc@gmail.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Hitamanis, Pandang Tak Djemoe

Sidarta Studio

Follow us on Twitter

%d bloggers like this: